MENUJU DESA MANDIRI “BIOREAKTOR KAPAL SELAM”

Bioreaktor Kapal Selam Kab. Pati

“Bioreaktor Kapal Selam Kabupaten Pati”

DESA BOGOSARI, menuju desa mandiri energi dengan rektor kapal selam. Inovasi pengolahan limbah kotoran ternak menjadi biogas ini dimanfaatkan masyarakat untuk pengganti energi gas alam dan pengganti energi listrik untuk penyediaan air bersih serta menghasilkan pupuk organik untuk kepentingan bertani. Hasil karya dari Pati, Jawa Tengah ini menggunakan bahan bakar limbah kotoran ternak. Bahan baku tidak dibatasi dari jenis ternak tertentu. Gas yang dihasilkan merupakan percampuran dari limbah ternak kelinci, kambing dan lainnya.

“Bioreaktor kapal selam ini berfungsi sebagai fermentor yang dapat mengolah sampah limbah organik menjadi pupuk organik dan energi,”

Bioreaktor Kapal Selam ini ditemukan Sejak tahun 2013, Sobri yang merupakan lulusan S3 jurusan Ilmu Nutrisi dan Pakan Peternakan dari Institut Pertanian Bogor melakukan penelitian dan pengembangan untuk menciptakan alat itu. Tiga tahun kemudian, 2016, alat itu tercipta. Pada 2017, Sobri akhirnya mendapatkan paten atas alat tersebut.

Skema Bioreaktor Kapal Selam

Skema Bioreaktor Kapal Selam

Dengan menggunakan alat itu, proses fermentasi limbah organik seperti limbah industri tapioka, kotoran ternak, dan sampah organik dapat menghasilkan pupuk organik dan gas. Gas ini kemudian dapat dikonversi menjadi energi listrik. bahwa diversifikasi gas yang dihasilkan dari proses fermentasi dengan bioreaktor itu dapat dijadikan sebagai sumber energi untuk berbagai keperluan. Misalnya untuk pencahayaan, menyalakan kompor, dan bahkan menggerakkan traktor.

Pengukuran Panjang Lokasi Bersama Bapak Kades Bogosari
Pengukuran Panjang Lokasi Bersama Bapak Kades Bogosari

Adapun terkait pupuk organik yang bisa dihasilkan alat tersebut, satu unit bioreaktor dapat menyuburkan berhektare-hektare sawah dalam setahun.dengan rincian satu hektare sawah butuh 5-8 ton pupuk organik.
Adapun dalam sehari, satu unit bioreaktor bisa menghasilkan 200 kilogram pupuk. Jadi, dibutuhkan sekitar 25 hari untuk menghasilkan lima ton pupuk organik untuk satu hektare sawah. Dan dalam setahun atau 365 hari, ada lebih dari 14 hektare sawah yang bisa disuburkan dari pupuk organik hasil olahan bioreaktor itu.
Dengan pupuk organik tersebut, warga tidak perlu membeli dan menggunakan pupuk kimia yang berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Selain itu, gerakan penggunaan pupuk organik juga dapat semakin gencar dilakukan.

Denah Bioreaktor Kapal Selam Desa Bogosari

Denah Bioreaktor Kapal Selam Desa Bogosari

Bioreaktor kapal selam buatan Sobri tersebut menjadi satu dari tujuh inovasi yang masuk dalam nominasi penerima Anugerah lptek dan Inovasi Nasional kategori Labdha Kretya 2019.

Sesuai dengan nama BUMDES Desa Bogosari yaitu “BERKAH BERSAMA”, masyarakat dan pemerintah Desa Bogosari berusaha untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi rektor kapal selam di desanya dengan harapan bisa menjadi percontohan bagi wilayah – wilayah lain untuk mewujudkan Desa Energi Mandiri yang dapat menjadi berkah bersama untuk masyarakat khususnya warga Desa Bogosari.

Terus berproses dari waktu ke waktu untuk berbenah dan membangun wilayahnya dalam rangka menyediakan kebutuhan energi alternatif untuk masyarakat.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan