TABLET TAMBAH DARAH UNTUK WARGA

Salah satu sasaran Pembangunan Kesehatan adalah Penurunan Angka kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Balita, Gizi Buruk, Stunting dan Anemia Remaja Putri (usia 10-18 tahun).

Anemia buka penyakit tetapi suatu kondisi dimana kadar Hemoglobin (Hb) darah lebih rendah dari nol akibat kekurangan satu atau lebih nutrisi esensial, terutama zat besi yang penting untuk pembentukan hemoglobin (Durrani, 2018). Anemia pada remaja putri dapat menurunkan daya tahan tubuh, kebugaran, dan prestasi belajar. Selain itu, anemia remaja putri berpengaruh pada jangka panjang yaitu kehamilan nantinya. Remaja putri merupakan calon ibu yang dapat meningkatkan risiko Pertumbuhan Janin Terhambat (PTJ), prematur, Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), stunting dan gangguan neurokognitif (Kemenkes, 2016).

Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri mengandung minimal 60mg zat besi dan 400mcg asam folat. Aturan minuumnya yaitu 2 kali/minggu.

Kegiatan pendistribusian TTD kepada sasaran di masa PANDEMI ini dilakukan di desa dan diperlukan kerjasama Petugas Puskesmas, masyarakat dan Pemerintah Desa anatara lain Kader Kesehatan, Sub Klinik Desa (SKD), Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan KARANGTARUNA. Demi kelancaran program tersebut mohon dukungan dan kerjasamanya semua pihak.

Untuk informasi lebih lanjut harap menghubungi Sdr. Wahyu Puji Astuti, S.tr. Keb nomor telp 0812-2532-3247 dan Sdr. Nurul Latifhah, S.ST nomor telp 0852-2549-1469.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan